Belajar di Teras Mushola, Sekolah Mereka Rusak Parah
LAZNAS Dewan Dakwah - Dulu, anak-anak di Kampung Kadu Gede, Banten, memiliki ruang kelas yang layak untuk belajar. Sejak 1994, MTs dan SMK Al-Ishlah Bani Menoy berdiri sebagai harapan bagi anak-anak petani dan buruh tani untuk mendapatkan pendidikan gratis dan bermutu.
Namun harapan itu perlahan runtuh. Usia bangunan yang telah mencapai 32 tahun membuat kondisi sekolah semakin rapuh. Kerusakan berat pada atap, plafon, kayu penyangga, hingga kusen pintu dan jendela memaksa pihak sekolah mengosongkan bangunan sejak tahun 2022. Demi keselamatan, ruang kelas tak lagi bisa digunakan.
Kini, proses belajar mengajar dilakukan di tempat darurat. Teras asrama, mushola, bahkan rumah ustadz berubah fungsi menjadi ruang kelas sementara. Di lantai kayu dan ubin dingin, para siswa tetap menunduk tekun menulis, berusaha menjaga semangat belajar mereka tetap hidup.
Sayangnya, kondisi darurat ini membawa banyak keterbatasan. Setiap hujan turun, kegiatan belajar terpaksa dihentikan karena atap bocor di mana-mana. Situasi yang tidak nyaman membuat sebagian siswa memilih pindah sekolah, bahkan ada yang terpaksa berhenti belajar sama sekali.
Padahal, bagi mereka, sekolah gratis Al-Ishlah Bani Menoy adalah jalan utama untuk memutus rantai kemiskinan. Di tengah keterbatasan dana guru hanya mengandalkan Dana BOS, semangat untuk mendidik tidak pernah padam.
Mari bersama LAZNAS Dewan Dakwah bergandengan tangan membantu renovasi Madrasah Al-Ishlah Bani Menoy di Kampung Kadu Gede, Banten. Hadirkan kembali ruang belajar yang aman, fasilitas pendidikan yang layak, serta dukung para guru yang terus mengabdi dengan penuh keikhlasan demi masa depan generasi penerus bangsa.

